Halaman Komik

TINGGALKAN JEJAK SETELAH BERKUNJUNG

Sunday, 30 November 2014

Socmed Menggerus Kesan Berkomunikasi




LINE, Instagram, Path, Twitter, Facebook adalah aplikasi socmed terkini yang saya tahu, dan yang dua terakhir itu setahu saya sudah ketinggalan zaman. Surat, Amplop, Perangko, Radio, Pak Pos dll, adalah bukan aplikasi socmed, tetapi ditahun 80-90an mereka lebih dari sekedar itu.
Tanpa disadari kemajuan Informasi dan Teknologi, khususnya pada bidang komunikasi menyebabkan hilangnya kesan berkomunikasi dengan kerabat maupun lawan jenis. Untuk beberapa point kemajuan ini sangatlah membantu bagi kita untuk terhubung cepat dan efektif. Maka berterima kasihlah kepada mereka yang menemukan inovasi tersebut.

tetapi dalam artikel ini akan dibahas tentang hilangnya beberapa kesan berkomunikasi ditahun 90’an, silahkan disimak secara berjema’ah ;

Berkirim Surat

Dahulu, kedatangan pak pos merupakan sesuatu yang bisa sangat dinantikan kedatangannya, bisa lebih menyenangkan daripada dapat voucher tukar ayam gratis di keepsi, apalagi kalau surat yang dibawakan pak pos adalah surat dari si do’i, bisa jadi sebelum membaca itu isi surat mendadak terkena serangan jantung ringan yang pasti menimbulkan kesan penasaran dan deg-degan.

Merangkai Kata
“Mungkin aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, ku tak selalu kirimkan bunga tuk ungkapkan hatiku..” by: Base Jam
 
Bisa jadi kutipan lirik lagu diatas adalah bohong. Kenapa ? karena remaja ditahun 90’an bisa dibilang jago kalau soal merangkai kata, apalagi bikin puisi, kreatifitasnya ga diragukan lagi. Bukan kebanyakan seperti sekarang berkat mbah google mau puisi bagus tinggal copy-paste.
Lewat Radio



Ya kalau dulu radio bisa lebih berharga daripada televisi, tidak hanya untuk mendapatkan informasi tapi juga bagi kaum Lajang bisa dijadikan ajang untuk mengirim lagu buat do’i atau sekedar berbagi lagu untuk dinikmati bersama kerabat, kalau dulu remaja bisa stay tune berjam-jam dengerin radio siapa tau ada yang khilaf request lagu untuknya.

Kirim Salam


Meski sedikit konyol, hal ini bisa sangat mengesankan untuk dilakukan baik si pengirim maupun si penerima. Kalau dulu khususnya dikalangan remaja, untuk seseorang yang tidak dia kenal biasanya akan meminta tolong kerabat targetnya untuk menyampaikan salam. Sukur-sukur siapa tahu bisa jadi prospek.

Ninggalin Memo di antara Halaman Buku yang Dipinjam

Saat e-book belum marak seperti ini, anak muda dulu sering saling meminjam buku untuk dibaca. Meninggalkan memo berisi perasaan cintamu saat mengembalikan buku atau sekedar ingin mendapatkan teman.


So, itu tadi beberapa hal dan kesan berkomunikasi ditahun 90an, tentu masih banyak lagi yang lupa saya sebutin. Kalau sekarang mah komunikasi gampang aja, tinggal minta pin si anu, si itu, ID si anu, ID is itu, Username, dan ga bikin repot.
Dan niscaya kalau dari kalian masih ada yang melakukannya ala 90'an Saya salut dah.
Akhir dari postingan ini saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih terhadap pembaca yang sudah khilaf buang-buang waktunya untuk baca postingan Saya kali ini.
Budayain komen ya, apa aja asal gak sara.

#thanks untuk google buat beberapa sumur dan pictnya.

0 komentar:

Post a Comment